Crytek Menutup 5 Studio Miliknya

Crytek Sofia Bulgaria

Setelah internet sempat tumbang selama beberapa hari akibat kabel fiber ISP yang terputus, akhirnya saya dapat mulai menulis kembali disini. Untuk permulaan, kabar pertama datang dari Crytek yang beberapa hari lalu menutup 5 studio mereka yang berada di berbagai negara.

Masih belum lama sejak pertama kali terdengar kabar kalau banyak karyawan Crytek yang belum menerima gaji hingga berbulan-bulan, dan akhirnya Crytek mengumumkan secara resmi kalau mereka telah mengambil keputusan untuk menutup 5 studio kepunyaan mereka yang berada di Hungaria, Turki, Bulgaria, Korea Selatan, dan China.

Alasan dari penutupan studio-studio tersebut adalah karena Crytek mau berkonsentrasi pada dua studio mereka yang berada di Jerman dan Ukraina untuk mengembangkan judul-judul premium yang baru, dan disaat yang sama, CryEngine tetap akan menjadi pilar utama dari keseluruhan strategi yang akan diterapkan oleh Crytek nantinya.

“Mengalami transisi seperti ini jauh dari mudah, oleh karena itu kami ingin mengucapkan terima kasih kepada setiap karyawan — dulu dan sekarang — atas kerja keras dan komitmennya ke Crytek,” ujar Avni Yerli, salah satu pendiri dan juga Managing Director untuk Crytek.

Ia kemudian mengatakan juga kalau perubahan ini merupakan bagian dari langkah-langkah penting yang mereka ambil untuk memastikan Crytek tetap sehat dan dapat bergerak maju terus untuk dapat terus menarik dan memelihara talenta-talenta hebat yang dimilikinya. Oleh karena itu fokus Crytek sekarang terletak sepenuhnya pada kekuatan inti yang selalu mendefinisikan Crytek selama ini — developer kelas dunia, teknologi mutakhir dan pengembangan game yang inovatif, dan juga percaya bahwa lewat proses yang menantang ini akan membuat studio mereka menjadi lebih gesit, layak, menarik, dan siap untuk sukses di masa depan.

Melihat dari yang dikatakan oleh co-foundernya, tampak kalau Crytek akan berjuang hingga titik darah penghabisan. Lalu apakah Crytek akan dapat bertahan dengan judul-judul baru mereka nantinya? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.

Crytek sendiri terkenal dengan seri Crysis yang kala itu benar-benar meminta spesifikasi komputer yang sangat tinggi hingga menjadi sebuah meme, kemudian mereka juga mengeluarkan Ryse: Son of Rome yang mendapatkan rating tidak begitu bagus dari berbagai situs game besar. Setelah dari judul-judul tersebut, tampak mereka berubah haluan menjadi developer game mobile hingga pada tahun 2016 ini mereka mengeluarkan sebuah game VR yang dinamakan Robinson the Journey untuk PlayStation VR dan juga akan menuju Oculus Rift pada bulan Januari 2017 mendatang.

Robinson the Journey